REPLIKA KUJANG PAJAJARAN

Kujang sudah tidak dibuat oleh manusia sejak Kerajaan Pajajaran “bubar” pada abad ke 16 Masehi (1579). Menurut Kitab Pantun Bogor, kujang merupakan AGEMAN/pegangan bagi para Raja dan keturunan/terah raja serta para pejabat tinggi kerajaan.  Baru pada awal 1970an ada pengrajin logam di Cibatu Sukabumi membuat kujang dari bahan KUNINGAN dengan jalan di cor, dibentuk, dipoles dan diberi tulisan aksara arab. Kemudian masih ditempat yang sama ada juga yang membuatnya dari bahan besi/baja yang ditempa, dibentuk lalu dipoles. Bentuk dan ukuran kujang-kujang itu hampir mirip karena mereka sama sekali tidak tau/paham mengenai kujang, baik bentuk/jenis apalagi filosofi dan sejarahnya.

Awal 1990an ada panday besi/empu dari Madura yang membuat kujang dari bahan daur ulang keris/senjata tajam tua, tetapi bentuknya banyak yang tidak sesuai dengan kujang-kujang dari tanah asalnya, Pasundan.

Sekarang banyak orang-orang khususnya orang Sunda, umumnya para penggemar tosan aji yang terkecoh pada kujang-kujang buatan Madura dan Jawa Tengah serta Yogya, seolah-olah kujang-kujang itu sudah berusia ratusan tahun karena bahan dan finishing nya yang disengaja tidak rapih atau cenderung kasar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: