FUNGSI KUJANG JAMAN KERAJAAN PAJAJARAN

  1. Sebagai PUSAKA :   Ukuran waruga(bilah)  antara 17-21 cm. dibuat seindah mungkin, matanya ditutup logam mulia berupa emas atau perak.  Umumnya diberi muatan magis untuk kewibawaan dan keagungan pemegangnya.  Dijadikan sebagai “ageman” atau pegangan pribadi / simbol status.
  2. Sebagai PAKARANG :  Ukuran waruga(bilah) antara 19-23 cm.  ditaburi macam-macam racun atau bisa ular untuk melumpuhkan orang yang mengancam jiwanya,  dijadikan sekedar alat beladiri.  Mata nya tidak ditutup seperti pada kujang pusaka.
  3. Kujang PANGARAK  :  Ukuran waruga(bilah)  antara 19-23 cm. Landean/gagangnya dibuat panjang seperti tumbak.  Matanya tidak ditutup, waruga nya tidak diberi racun,  tetapi diberi muatan magis agar mendapatkan suasana sakral waktu digunakan.
  4. Kujang PAMANGKAS :  Ukuran waruga(bilah) antara 30-40 cm. umunya bagian ujung melengkung kedalam, tidak diberi mata. dan tidak termasuk ke 7 jenis yang disebutkan diatas..  Digunakan untuk memangkar / menyacar semak belukar pada lahan yang akan dijadikan huma / ladang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: