WAKTU MEMBUAT KUJANG

KUJANG mulai saya buat sejak tahun 1995, sebagai hobby, ketika ada waktu luang atau liburan, menggunakan bengkel dan alat-alat sekolah dimana saya mengajar sebagai Guru Honorer dibeberapa STM(SMK sekarang) swasta, hasilnya diberikan kepada teman-teman yang menyukainya.

Tahun 2000, barulah hasil karya saya ditukar dengan uang oleh teman, kerabat, dan tokoh masyarakat yang memesannya, itupun sebatas kemampuan dan keikhlasannya, artinya saya tidak menentukan harga.

Mulai tahun 2005, atas saran guru saya ( Anis Jatisunda ), nilai jual kujang ditentukan berdasar JENIS dan Jumlah MATA nya.  Banyak matanya lebih tinggi harganya, terutama pada Kujang Ciung.

Hal ini hanya untuk MENGHORMATI leluhur Sunda para pemegang kujang, yang memang berdasarkan strata, keturunan  dan status sosialnya.

Untuk pembuatan kujang khusu AGEMAN (pusaka),  saya masih memakai aturan kuno yang tidak tertulis (tetekon).  ” Unggah Kidang Turun Kujang, Nyuhun Kerti Turun Beusi “,  waktunya yaitu 7-10 hari setelah purnama.

Menempa kujang  untuk PUSAKA , hanya tiap Senin dan Kemis, juga disertai  dengan “mutih”.  Tetapi untuk kujang-kujang biasa seperti untuk pajangan, dsb. tidak dilakukan hal seperti itu dan tidak ada syarat-syarat tertentu, pembuatannyapun dilakukan setiap hari dengan jumlah tidak terbatas.

Gurinda.12 Mariksa Teupaan Neupa.1 Ngahurungkeun Hawu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: